SMK BISA !!! Semboyan yang diberikan kepada siswa SMK(Sekolah Menengah Kejuruan) dari Menteri Pendidikan mungkin memang tepat seperti apa yang telah dimiliki oleh masing-masing siswa SMK(Sekolah Menengah Kejuruan) . Masing-masing dalam diri mereka telah memiliki kopetensi dan keahlian di bidang masing-masing yang mungkin tidak dimiliki oleh siswa SMA(Sekolah Menengah Atas) . suatu keahlian dari siswa SMK(Sekolah Menengah Kejuruan) mungkin juga tidak akan berguna jika mereka sendiri tidak bisa memanfaatkannya dengan maksimal . hal yang sangat mudah menghambat perkembangan kopentensi yang dimiliki salah satunya adalah keterbatasan ekonomi keluarga yang pastinya tidak dapat mendukung untuk menyediakan fasilitas yang dibutuhkan . Saya sendiri juga merasakan karena saya sendiri juga termasuk tergolong menjadi siswa SMK(Sekolah Menengah Kejuruan) yang termasuk dalam kategori ekonomi keluarga yang mencukupi . Tidak mendukungnya fasilitas yang seharusnya bisa membuat saya menjadi lebih bisa mengembangkan kopetensi yang saya miliki menurut saya itu semua sangat merugikan , bahkan secara tidak sadar saya telah mengacuhkan kopetensi yang saya mikili . lain halnya dengan siswa SMK(Sekolah Menengah Kejuruan) yang bisa dibilang termasuk dengan status sosial keluarga yang memadai dengan kata lain orang tua mereka mampu menyediakan fasilitas yang mereka perlukan untuk mengembangkan dan memaksimalkan kopetensi yang mereka dapatkan di dalam pendidikan SMK(Sekolah Menengah Kejuruan)
.Minggu, 23 Januari 2011
Kemampuan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan
Selasa, 18 Januari 2011
Indikator Polusi Air
Polusi adalah dimasukinya makhluk hidup, zat, energi, air, udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air atau udara menjadi tidak berfungsi sesuai dengan peruntukannya .
Indikator secara fisika
Perubahan bau
Perubahan suhu
Perubahan warna
Perubahan kekeruhan
Indikator secara kimia
Kandungan nutrisi : polutan air meliputi aetrofikasi (Nitrogen,fosfor,dsb)
Kandungan logarti : mengandung logam-logam berat meliputi(Merkuri,timbale,dsb)
DO (Dissolved Oxygen)atau oksigen terlarut normal 4,0-12,0 mg/l
BOD (Biochemical Oxygen Demand)atau kebutuhan oksigen biokimia untuk
respirasi
PH(Tingkat Keasaman) PH normal air = 6,7-9,0 (1=14)
Skala netral = 7
Polusi (kotoran manusia, kototan hewwan)
Indikator secara biologi
Adanya Protozoa
Parasit sdan bakteri kolioform
Plankton Fito (tanaman)
Zoo (hewan)
DO menurun = BOD PH meningkat = biasa PH menurun = asam
Kisahku ..
Sabtu, 05 Desember 2009
Instalasi Operating Sistem
1. Siapkan CD Windows XP dan Serial Number.
2. Siapkan CD Driver Motherboard.
3. Pastikan komputer anda dan sudah disetting untuk booting dari CD ROM, jika
belum siap, silahkan ubah melalui BIOS.
4. Boot komputer anda dan masukkan CD Windows XP.
5. Tunggu beberapa saat sampai muncul tulisan Press any key to boot from CD di
layar monitor komputer.
6. Tekan Enter atau tombol apa saja.
7. Selanjutnya proses intalasi akan mengecek konfigurasi hardware komputer.
8. Akan muncul tulisan Windows Setup di bagian kiri atas layar yang berwarna
biru.
9. File-file yang ada di CD ROM akan diload ke dalam memori selama proses intalasi ini. Selanjutnya layar Welcome to Setup Windows akan tampil.
10. Tekan Enter untuk menginstall Windows XP. Tekan “R” untuk merepair Windows XP yang sudah pernah diinstall. Tekan “F3” untuk keluar dari proses intalasi.
11. Selanjutnya akan muncul EULA (End User License Aggrement). Silahkan baca dan tekan “F8” jika setuju, atau tekan “ESC” jika tidak setuju dengan isinya.
12. Jika setuju, selanjutnya proses intalasi akan mencari dan membaca partisi harddisk komputer.
13. Akan ditampilkan semua partisi harddisk komputer. Atur partisi harddisk. Untuk menginstall Windows XP, setidaknya butuh 1 buah partisi.
14. Setelah partisi dibuat, langkah selanjutnya adalah menetukan di partisi mana Windows XP akan diinstall (biasanya di partisi C:). Tekan Enter.
15. Selanjutnya akan muncul window yang akan menyatakan bagaimana akan memformat partisi yang tadi.
16. Disarankan untuk memilih NTFS File System.
17. Partisi harddisk komputer akan diformat.
18. Setelah partisi harddisk diformat, dilanjutkan dengan mengcopy semua file yang dibutuhkan ke dalam folder instalasi windows.
19. Setelah semua file sudah tercopy ke folder instalasi window, proses intalasi akan merestart komputer anda.
20. Setelah restart, akan muncul lagi tulisan Press any key to boot from CD. Untuk hal ini, jangan tekan tombol apapun, karena jika kita menekan tombol, kita akan kembali ke proses awal instalasi. Jika tidak menekan tombol apapun, Windows akan tampil di layar secara otomatis.
21. Selanjutnya Windows akan mengcopy file-file ke dalam harddisk komputer.
22. Selama proses itu berlangsung, akan mucul beberapa Window untuk konfigurasi. Yang pertama adalah Regional and Language Options.
23. Click tombol Customize untuk memilih Negara, bahasa dan lainnya. Lalu tekan ok untuk selesainya.
24. Pilih next, kemudian Windows akan menanyakan nama dan organisasi.
25. Jika sudah mengisi nama dan organisasi, tekan tombol Next.
26. Selanjutnya anda akan diminta untuk memasukkan serial number. Isilah dengan serial number yang disediakan.
27. Jika salah memasukkan serial number, maka akan muncul pesan Error dan proses instalasi tidak akan dilanjutkan sampai dimasukkan serial number dengan benar. Jika sudah, tekan Next.
28. Selanjutnya akan muncul tampilan layar Computer dan Administrator Password.
29. Masukkan nama komputer dan password untuk user Administrator. Selanjutnya tekan Next.
30. Kemudian akan muncul layar Date and Time Setting.
31. Masukkan tanggal dan jam dengan benar, kemudian tentukan juga TimeZone. Ket: untuk Jakarta pilih GMT+07.
32. Klick tombol Next.
33. Selanjutnya Windows akan menginstall jaringan (Installing Network) untuk komputer.
34. Anggap komputer mempunyai kartu jaringan, Window Networking Setting akan ditampilkan.
35. Selanjutnya akan muncul window Workgroup or Computer Domain. Jika komputer terhubung dengan sebuah domain, masukkan nama domainnya, atau jika komputer stand alone, pilih radio button yang pertama (yang paling atas). Selanjutnya klick Next.
36. Windows akan kembali melanjutkan proses copy file.
37. Sebentar lagi proses instalasi akan selesai. Masuk ke tahap Finalizing Installation, dimana Windows akan menginstall Start menu icons, meregister component, menyimpan setting dan terakhir membuang semua file temporary yang tadi digunakan.
38. Setelah itu Windows akan merestart komputer lagi.
39. Setelah restart akan muncul lagi tulisan Press Any key to boot from CD. Jangan tekan tombol apapun, karena jika menekan tombol, maka akan kembali ke proses awal instalasi. Jika tidak menekan tombol apapun, Windows akan tampil di layar secara otomatis.
40. Akan terlihat layar logo Windows.
41. Pertama kali Windows diload, Windows akan mengatur resolusi monitor
komputer. Klick ok.
42. Jika setuju dengan perubahan resolusi, klik ok.
43. Windows akan menerima settingan komputer (apply the computer setting). Silahkan tunggu beberapa saat.
44. Tampilan Welcome to Microsoft Windows akan tampil.
45. Klik Next untuk melanjutkan.
46. Selanjutnya aktifkan firewall dan update otomatis.
47. Windows akan mengecek konektifitas internet komputer.
48. Setelah itu Windows akan menanyakan siapa saja yang akan menggunakan komputer tersebut. Masukkan beberapa nama user.
49. Terakhir akan muncul ucapan Thank You dan juga Welcome.
Setting Bios
BIOS (Besic Input Output System) adalah program yang berfungsi mengatur dan mengkonfigurasikan system computer, yang disimpan dalam sebuah chip Bios.
Chip BIOS yang banyak digunakan yaitu :
1. Award BIOS
2. AMI BIOS
3. PHOENIX
Langkah- langkah mengatur (seting BIOS)
A.Langkah-langkah masuk ke Bios
1. Hidupkan Komputer
2. Tekan Tombol Del berulang kali pada saat booting
3. Muncul menu utama BIOS
B.Langkah-langkah seting BIOS
Dari gambar diatas dapat kita lihat menu utama dari Award Bios yang akan kita uraikan satu persatu
1. Standart CMOS Setup
Menu untuk mengatur konfigurasi standar setup BIOS, seperti mengatur tanggal, jam, harddisk, floppy disk, dan sebagainya.
•Date :
Diisi dengan tanggal, bulan, tahun, saat kita menseting bios.Tekanlah tombol Page Up atau Page Down untuk setiap kali melakukan perubahan setting.
•Time
Diisi dengan waktu (jam, menit dan detik)..
•Harddisk
Berisi spesifikasi Type, Size, Cyls, Head, Landz, dan Sector harddisk. Dan bias juga mengkonfigurasi Mode harddisk sesuai dengan spesifikasi harddisk.
•Drive A, Drive B
Berisi tipe floppy disk drive yang terpasang pada komputer. Settinglah floppy disk drive pada field ini sesuai tipe yang digunakan. Atau, pilihlah “None” jika floppy disk drive tidak dipasang.
•Video
Berisi tipe kartu grafis yang digunakan komputer. Pilihan yang diberikan biasanya “EGA/VGA. Pilihan lain yaitu : CGAA40, CGA80 atau MONO. Pilihlah salah satu type sesuai jenis kartu grafis yang digunakan.
•Halt On
Berisikan perintah yang dilakukan komputer termasuk menentukan waktu komputer berhenti bekerja (halt). Pilihlah “All Errors” sehingga komputer akan berhenti bekerja (halt) ketika terjadi kesalahan pada sistem.
2. BIOS Features Setup
Menu untuk mengatur konfigurasi fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh BIOS, seperti : mencegah virus, menentukan awal booting, mempercepat booting, dan sebagainya.
•Virus Warning
Berfungsi mendeteksi dan mencegah penyebaran virus. (pilih “disabled”)
•CPU Internal Cache
Berfungsi mengaktifkan dan menonaktifkan (enable/disable) CPU Internal Cache (cache-memory level 1) yang ada pada prosesor sebagai penampung data sementara akan diolah oleh prosesor. (pilih “enabled”)
•External Cache
Berfungsi meningkatkan performa sistem. (pilih “enabled”). Dengan pilihan tersebut sistem akan menggunakan cache memory lain yang ada pada sistem untuk menampung sementara data yang akan diproses oleh prosesor.
•Quick Power On Self Test
Berfungsi memeriksa komponen-komponen komputer pada saat melakukan cold boot. Apabila memilih “disabled”, komputer akan melakukan proses lebih lama, seperti memeriksa memori hingga tiga kali. Pilih “enabled”, agar komputer melakukan proses lebih singkat dan cepat
•Boot Sequence
Berfungsi menentukan urutan proses booting. Pilihlah “C Only”. agar komputer melakukan booting hanya dari harddisk. Jika urutan booting dimulai dari floppy disk drive, ubahlah menjadi “A
•Swap Floppy Drive
Berfungsi menukar posisi drive A dan drive B. Jika memilih “enabled”, drive A akan menjadi drive B, demikian sebaliknya. Apabila komputer hanya memiliki drive A, pilihlah “disabled” sebagai pilihan yang lebih aman.
•Boot Up Floppy Seek
Berfungsi mengetahui jenis track yang digunakan oleh disk drive. Pilih “disabled” untuk mempercepat booting.
•Boot Up Numlock Status
Berfungsi mengaktifkan tombol numlock pada saat komputer boot. Pilih, “on” agar BIOS mengaktifkan fungsi numlock extended At-keyboard pada saat booting. Anda juga dapat memilih “off”.
•Boot Up System Speed
Berfungsi menentukan keadaan komputer pada saat boot up. Pilihlah “high”, agar komputer melakukan proses lebih cepat.
•Security Option
Berfungsi menentukan kapan password akan diaktifkan. Jika memilih “setup”, komputer akan meminta password pada saat BIOS-setup dijalankan. Dan jika memilih “System”, komputer akan meminta password pada setiap kali komputer melakukan booting. Konfigurasilah security option sesuai kebutuhan Anda.
•OS Selector for Dram > 64 MB
Berfungsi menentukan konfigurasi kapasitas memori yang digunakan. Jika menggunakan memori lebih dari 64 MB, pilihlah “OS2″. Jika menggunakan memori lebih kecil dari 64 MB, pilihlah “Non-OS2″.
3. Chipset Feature Setup
Menu untuk mengatur konfigurasi fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh chipset, misalnya timing memori. Fasilitas ini berpengaruh pada kinerja komputer secara keseluruhan.
4. Power Management Setup
Menu untuk mengatur kinerja perangkat-perangkat sehingga memungkinkan untuk menghemat energi komputer.
•HDD Power Down
Berfungsi mengatur kinerja harddisk. Pilihlah “Enabled” agar harddisk akan dimatikan secara otomatis dalam selang waktu tertentu. Atau pilihlah “Disabled” agar harddisk terus aktif (tidak dimatikan) baik pada saat melakukan atau tidak melakukan suatu aktivitas pekerjaan.
•VGA Active Monitor
Berfungsi mengatur kinerja harddisk. Pilihlah “Enabled” agar monitor akan dimatikan secara otomatis jika dalam selang waktu tertentu. Atau pilihlah “Disabled” agar monitor terus aktif (tidak dimatikan) baik pada saat melakukan atau tidak melakukan suatu aktivitas pekerjaan.
5. PNP/PCI Configuration
Menu untuk konfigurasi perangkat-perangkat dan PCI, seperti alokasi IRQ.
6. Integrated Pheriperals
Menu untuk mengkonfigurasikan fasilitas-fasliitas yang berhubungan dengan perangkat terhubung dengan motherboard seperti harddisk controller, floppy disk controller, serial dan parallel port meliputi konfigurasi port dan IRQ. Non aktifkan yang tidak dibutuhkan untuk membebaskan IRQ.
7. Load Setup Defaults
Menu untuk meningkatkan kinerja komputer secara instant. Apabila komputer berjalan stabil dengan setting ini, Anda dapat melakukan konfigurasi setting tambahan.
8. Supervisor Password
Menu untuk membuat password supervisor, password ini berlaku untuk proses booting dan proses konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, setiap orang tidak dapat mengaktifkan sistem operasi memasuki dan melakukan perubahan setup jika tidak dapat melewati password yang ini. melindunginya. Buatlah password supervisor atau abaikan jika dirasa tidak perlu.
9. User Password
Menu untuk membuat password user, password ini hanya berlaku untuk proses booting saja dan tidak bisa digunakan untuk mengubah konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, sistem operasi tidak akan diaktifkan selama pengguna tidak melewati password akan tetapi dapat melakukan perubahan konfigurasi setup. Buatlah password user atau abaikan jika dirasa tidak perlu.
10. IDE HDD Auto Detiction
Menu untuk mendeteksi parameter-parameter harddisk yang dikenali komputer, seperti Type, Size, Cyls, Sector, Mode, dan sebagainya. Gunakanlah setting “Yes” untuk port yang aktif, dan settinglah “No” untuk port yang tidak digunakan.
11. HDD Low Level Format
Menu untuk melakukan proses format harddisk. Tidak semua komputer memiliki BIOS dengan fasilitas ini.
12. Save & Exit Setup
Menu untuk menyimpan berbagai kemungkinan perubahan konfigurasi setup dan keluar dari setup BIOS.
13. Exit Without Saving
Menu untuk mengabaikan berbagai kemungkinan perubahan konfigurasi setup dan keluar dari setup BIOS.
Ada beberapa cara untuk masuk ke Setup BIOS yaitu diantaranya :
AMI BIOS : Del
AwardBIOS : Ctr1+A1t+E sc
Esc
Del
PhoenixBIOS : Ctrl+Alt+Esc
Ctr1+A1t+F 1
Ctrl+Alt+ S
Ctr1+Alt+Enter
Ctrl +Alt+ F 11
Ctr1+Alt+Ins
Cara Menginstal Komputer
1. Siapkan CD Windows XP dan Serial Number.
2. Siapkan CD Driver Motherboard.
3. Pastikan komputer anda dan sudah disetting untuk booting dari CD ROM, jika
belum siap, silahkan ubah melalui BIOS.
4. Boot komputer anda dan masukkan CD Windows XP.
5. Tunggu beberapa saat sampai muncul tulisan Press any key to boot from CD di
layar monitor komputer.
6. Tekan Enter atau tombol apa saja.
7. Selanjutnya proses intalasi akan mengecek konfigurasi hardware komputer.
8. Akan muncul tulisan Windows Setup di bagian kiri atas layar yang berwarna
biru.
9. File-file yang ada di CD ROM akan diload ke dalam memori selama proses intalasi ini. Selanjutnya layar Welcome to Setup Windows akan tampil.
10. Tekan Enter untuk menginstall Windows XP. Tekan “R” untuk merepair Windows XP yang sudah pernah diinstall. Tekan “F3” untuk keluar dari proses intalasi.
11. Selanjutnya akan muncul EULA (End User License Aggrement). Silahkan baca dan tekan “F8” jika setuju, atau tekan “ESC” jika tidak setuju dengan isinya.
12. Jika setuju, selanjutnya proses intalasi akan mencari dan membaca partisi harddisk komputer.
13. Akan ditampilkan semua partisi harddisk komputer. Atur partisi harddisk. Untuk menginstall Windows XP, setidaknya butuh 1 buah partisi.
14. Setelah partisi dibuat, langkah selanjutnya adalah menetukan di partisi mana Windows XP akan diinstall (biasanya di partisi C:). Tekan Enter.
15. Selanjutnya akan muncul window yang akan menyatakan bagaimana akan memformat partisi yang tadi.
16. Disarankan untuk memilih NTFS File System.
17. Partisi harddisk komputer akan diformat.
18. Setelah partisi harddisk diformat, dilanjutkan dengan mengcopy semua file yang dibutuhkan ke dalam folder instalasi windows.
19. Setelah semua file sudah tercopy ke folder instalasi window, proses intalasi akan merestart komputer anda.
20. Setelah restart, akan muncul lagi tulisan Press any key to boot from CD. Untuk hal ini, jangan tekan tombol apapun, karena jika kita menekan tombol, kita akan kembali ke proses awal instalasi. Jika tidak menekan tombol apapun, Windows akan tampil di layar secara otomatis.
21. Selanjutnya Windows akan mengcopy file-file ke dalam harddisk komputer.
22. Selama proses itu berlangsung, akan mucul beberapa Window untuk konfigurasi. Yang pertama adalah Regional and Language Options.
23. Click tombol Customize untuk memilih Negara, bahasa dan lainnya. Lalu tekan ok untuk selesainya.
24. Pilih next, kemudian Windows akan menanyakan nama dan organisasi.
25. Jika sudah mengisi nama dan organisasi, tekan tombol Next.
26. Selanjutnya anda akan diminta untuk memasukkan serial number. Isilah dengan serial number yang disediakan.
27. Jika salah memasukkan serial number, maka akan muncul pesan Error dan proses instalasi tidak akan dilanjutkan sampai dimasukkan serial number dengan benar. Jika sudah, tekan Next.
28. Selanjutnya akan muncul tampilan layar Computer dan Administrator Password.
29. Masukkan nama komputer dan password untuk user Administrator. Selanjutnya tekan Next.
30. Kemudian akan muncul layar Date and Time Setting.
31. Masukkan tanggal dan jam dengan benar, kemudian tentukan juga TimeZone. Ket: untuk Jakarta pilih GMT+07.
32. Klick tombol Next.
33. Selanjutnya Windows akan menginstall jaringan (Installing Network) untuk komputer.
34. Anggap komputer mempunyai kartu jaringan, Window Networking Setting akan ditampilkan.
35. Selanjutnya akan muncul window Workgroup or Computer Domain. Jika komputer terhubung dengan sebuah domain, masukkan nama domainnya, atau jika komputer stand alone, pilih radio button yang pertama (yang paling atas). Selanjutnya klick Next.
36. Windows akan kembali melanjutkan proses copy file.
37. Sebentar lagi proses instalasi akan selesai. Masuk ke tahap Finalizing Installation, dimana Windows akan menginstall Start menu icons, meregister component, menyimpan setting dan terakhir membuang semua file temporary yang tadi digunakan.
38. Setelah itu Windows akan merestart komputer lagi.
39. Setelah restart akan muncul lagi tulisan Press Any key to boot from CD. Jangan tekan tombol apapun, karena jika menekan tombol, maka akan kembali ke proses awal instalasi. Jika tidak menekan tombol apapun, Windows akan tampil di layar secara otomatis.
40. Akan terlihat layar logo Windows.
41. Pertama kali Windows diload, Windows akan mengatur resolusi monitor
komputer. Klick ok.
42. Jika setuju dengan perubahan resolusi, klik ok.
43. Windows akan menerima settingan komputer (apply the computer setting). Silahkan tunggu beberapa saat.
44. Tampilan Welcome to Microsoft Windows akan tampil.
45. Klik Next untuk melanjutkan.
46. Selanjutnya aktifkan firewall dan update otomatis.
47. Windows akan mengecek konektifitas internet komputer.
48. Setelah itu Windows akan menanyakan siapa saja yang akan menggunakan komputer tersebut. Masukkan beberapa nama user.
49. Terakhir akan muncul ucapan Thank You dan juga Welcome.
Senin, 30 November 2009
Perakitan Komputer
- Penyiapan motherboard
- Memasang Prosessor
- Memasang Heatsink
- Memasang Modul Memori
- Memasang Motherboard pada Casing
- Memasang Power Supply
- Memasang Kabel Motherboard dan Casing
- Memasang Drive
Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.
2. Memasang Prosessor
Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.Jenis socket
- Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
- Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
- Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
- Turunkan kembali tuas pengunci.
- Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard
- Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak
Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot.
3. Memasang Heatsink
4. Memasang Modul Memori
Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.
Jenis SIMM
- Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
- Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
- Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.
4. Memasang Modul Memori
Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.
Jenis SIMM
- Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
- Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
- Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.
5. Memasang Motherboard pada Casing
Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:
- Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
- Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
- Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
- Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
- Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup
Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:
- Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
- HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.
7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.
- Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
- Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
- Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
- Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
- Bila port mouse belum tersedi
- Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan
- di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan
8. Memasang Drive
Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut:
- Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
- Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
- Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
- Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
- Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
- Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
- Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
- Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard Pasang penutup casing dengan menggeser
Jumat, 21 Agustus 2009
Sistem Komputer
hardware adalah perangkat keras yang terdiri atas alat-alat elektronik dan berkomunikasi dengan perangkat keras yang ada dengan bahasa mesin . software berfungsi sebagai perantara adalah perangkat lunak yang terditi dari 2 macam yaitu sistem komputer dan program aplikasi . sistem operasi harus ada pada sistem komputer agar hardware dapat menjalankan perintah dari brainware . Brainware adalah manusia yang berfungsi untuk memerintah atau menjalankan hardware dengan menggunakan software . brainware meliputi operator , technikal support dan operator .
server , Pc Dekstop , Notebook , Macbook , Macintosh Power Dekstop , UMPC ( Ultra Mobile PC ) , PDA Poket PC(Windows) , PDA Palm OS .
pertama melewati sebuah alat yang bernama I/O atau Input Output . inpot kemudian diteruskan untuk diproses dan kemudian diterusakan , dan kalo data ingin disimpan maka akan disimpan dimemori , dan apabila data telah disimpan dan akan keluar dari spogram maka akan melewati output yang berupa tampilan .
CPU
1.ALU (arithmatik logical unit)
adalah pusat segala peritunan matematis/logis untuk menjalankan semua perintah yang harus dilaksanakan sebuah pc.
2.Memory Uniy
adalah untuk mendukung yang berfunsi sebagai penyimpan sementara dari perintah-perintah yang sering digunakan oleh proseror.
3. control unit
adalah mengatur lalu lintas data sehinga peritungan dan eksekusi bila di lakukan secara berurutan tanpa ada tumpah tindih.
yang harus di pertimbangkan:
- Clok spet dan FBS clok speed/clok procesor tersebut dilakukan 1,2 GHz[1200 MHz] berarti procesor termasuk melakukan 1200 juta eksekusi peritah dalam 1detik.- FBS [Font side bus] merupakan lebar jalur dan penambilan data. fbs pada procesor ditandai denan istilah "pc"misal:procesor 1,2GHz pc 100 berarti dalam stu pengiriman dalam bit mampu menngirim data sebanyak satu juta.Berikut contoh FBS:pc66.pc100,pc133,pc166,pc200,pc266,pc333.pc400,pc533pc800,pc1066.
- clok speed merupakan perkalian antara FBS 133 dengan multi pleyer20 misal nya: procesor 2,66 GHz[266 MHz]adalah perkalian fbs 133 dengan multi pleyar 20
~ Cas memory
kemampuan untuk menyimpan perintah sering dilakukan. Pada Procesor terdapat 2tingkatan chase ,yaitu level 1[L1 cache] dan level 2 [L2 chache] kapasitas L1 sekitar 64 kb sedangkan L2 bisa 128 kb-2mb.
untuk menjalankan aplikasi 3 dimensi. games,video,video edithing.intel mengeluarkan seri processor celeron yang lebih mudah.
~ Over Cloking.
teknik unuk meningkatkan clook speed cpu dari kecepatan.normal nya,dengan cara merubah seting fbs./multi pleyer yang ada di maden rboat.
~ Perkembangan teknologi cpu
berdasarkan hukum more,bahwa kecepatan procesor akan bertambah 2kli lipat setiap 18 bulan saat ini procesor di dominasi dengan pemain utama yaitu intel dan amd.menyusul di belakang via trsmeta untuk lwebih lenkap nya lihat ke web msing2:
- www.intel.com.
-www.amd.com
kunjungi juga web independen membahas perkembangan haswere komputer:
-www.timshardwere.com
-www.revieland.com
-www.obengwere.comS
Motherboard


Komponen sebuah motherboard
- Socket CPU
harus sesuai dengan CPU/prossessor yang anda beli
- Chipset Northbridge terbagi atas :
south bridge ( chipset pembantu ) dan Nourt bridge ( chipset utama )
-CIMOS / BIOS
sebuah software yang tidak bisa diubah-ubah
-Baterai CMOS
-Slot untuk RAM dan Memory
- Port Paralel , Harddish / Optical Disc
- Port Floppy disk
- Port Power Supply
-Socket Power Kipas CPU
- Slot AGP untuk VGA Card
-Slot PCI untuk tambahan tv turter
-Slot CNRI
-Port Audio Analog
-Front Panel ( Power,reset,HDD Led )
-Korektor Mouse ( Warna Hijau )
-Korektor Keyboard( Warna Ungu )
-Port VGA ke monitor ( Warna Biru ) yang panjang
-Port USB
-Port Audio ( sound card ) 3 warna biru , hijau , pink
-Port Lan
-Port Printer
-Port Audio Digital ( Warna Kuning )
-Slot PCI Express 16 x untuk VGA Card
Yang Harus Diopertimbangkan
- Chipset Northbridge & Sourtbriegeyang dipakai
( Intel , SIS , VIA , nVidia , ATi , Uli ) - FSB yang didukung . ( 400 , 533 , 800 , 1066 )
- Scket CPU yang tersedia (Intel : mPGA 478 , Lga 775 , AMD : A , 754 , 933 , 940 , AM2)
- Slot RAM yang tersedia ( SDRAM, DDR,DDR2)
- Komponen yang terpasang onboard (VGA,Audio,LAN,Modem)
- Kelengkapan port I / O
- Jumlah slot Expansi yang tersedia( PCI Express x 16 , PCI Express xi , PCI AMR, CNR)
- Slot Hardisk / optical disc yang tersedia
Perkembangan motherboard mengikuti perkembangan prossesor . setiap dirilis technologi terbaru dari prossesor maka dirilis pula chipset yang mendukungn technologi baru prossesor terbaru tersebut . Untuk selengkapnya bisa dilohat di Web masing-masing web membuat chipset ( Nortdbredge & Soutbridege)
- www.intel.com
- www.via.com.tw
- www.sis.com
- www.ati.com
- www.nVidia.com
RAM ( Random Access Memory )
Jenis-jenis RAM
- EDO RAM (72 Pin)
- SDRAM (168 Pin)
- DDRRAM(184Pin)
- DDR2RAM (240 pIN)
- RDRAM
- kapasitas yang dimiliki RAM ( MB , 1 GB = 100 MB )
- kapasitas maksimal yang didukung Motherboard ?
- sesuaikan dengan sloyyang tersedia di motherboard
- Apakah motherboard mendukung tekhnoligi dual channel ?
- Bus (PC) yang digunakan RAM ( PC 100,133,1600,3200,3500,4000,DDR2-533,667)
Cashing & Power supply
yang harus dipertimbankan:- jenis power supply (AT,ATX,BTX)
-Jumblah Watt Power suplly
VGA CARD
Beberapa contoh vga card
Jenis-jenis slot untuk vga
1. PCI
2.AGP(2x,4,8x,16x)
3.PCI EXPRES x16
yang harus dipertimbangkan:
~Chipset(GPU/Graphic processor Unit)
~Besar memory yaqng dimiliki
~slot yang digunakan(PCI.AGP,PCI EXPRES X16)
~Prot Output yang dimiliki (RSB,S-VIDEO)
VGA CARD ONBORD
chipset VGA NYA sudah terpasang di motherboart.memory nya ada di anbil dari memory utama di motherboard ada juga memiliki memory tersendiri yang sudah tepasang di motherboard.
Motherboard dengan vga onboard biasanya di tunjukan untuk kelas value. harga murah dengan tidak terlalu mementingkan kinerja













